Prosedur Legalisir Dokumen di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)

 

Saat kesatu kali diberi tahu pihak kedutaan bahwa ada sejumlah dokumen yang mesti dilegalisasi oleh Kemenkumham, kemudian Departemen Luar Negeri (Deplu), saya langsung lemas. Saya pikir, akan perlu berapa lama ini untuk menuntaskan legalisasi dokumen-dokumen ini…

Ada sejumlah dokumen yang seringkali diminta oleh pihak kedutaan guna dilegalisasi terlebih dahulu di Kemenkumham dan Departemen Luar Negeri sebelum dapat dilegalisasi di kedutaan, diantaranya merupakan: SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), Akte Lahir / Salinan Lengkap Akte Lahir, ijazah, transkrip nilai, dan beda sebagainya. Kebetulan, puji Tuhan sekali universitas yang bakal menjadi lokasi sekolah saya nanti ternyata tidak memerlukan ijazah dan transkrip nilai yang sudah dilegalisir oleh pihak kedutaan, sampai-sampai untuk permasalahan saya, saya melulu perlu melegalisir SKCK asli.

Banyak kejadian yang masih menciptakan saya miris sekitar proses legalisasi dokumen ini. Mulai dari petugas yang tidak terdapat di tempat sekitar jam bekerja, jam buka & jam tidur yang molor-molor, saya dipanggilkan calo sebenarnya saya bertanya di loket Legalisir kemenkumham, kemudian dari pas di unsur depan sewaktu memungut nomor pun telah ‘ditakut-takuti’ oleh satpam bahwa proses legalisasi bakal memakan masa-masa yang lama, apa saya tidak inginkan pakai calo saja.

Karena niat dan tekad telah bulat guna mengurus surat-surat sendiri sebab saya toh tidak sedang terburu-buru, kesudahannya saya jajaki jalani seluruh prosesnya. Puji Tuhan, hari ini (27 Agustus 2013) dokumen saya telah berlalu di legalisir oleh Departemen Luar Negeri sehingga kelak bisa saya setorkan ke kedutaan Belgia.

Nah, berikut tidak cukup lebih proses yang mesti ditempuh guna legalisasi dokumen di Kementerian Hukum dan HAM ialah sebagai berikut…

Dirjen AHU (Administrasi Hukum Umum) – Kementrian Hukum dan HAM

Dokumen yang butuh dibawa:
 Map (warna apa saja)
 SKCK pribumi (atau dokumen beda yang Anda hendak legalisir)
 Fotocopy SKCK (untuk dokumentasi mereka)
 Fotocopy KTP
 Materai 6,000
Saya menyimak ada sejumlah pengalaman orang beda bahwa terdapat yang diminta menggunakan map dengan warna tertentu atau melakukan pembelian di koperasi, tetapi pada ketika saya ke sana tidak ada ketentuan seperti tersebut sehingga Anda dapat membawa map dan materai sendiri. Jumlah materai yang diminta bakal tergantung dengan jumlah dokumen yang hendak Anda legalisir.
Anda akan diserahkan formulir isian ketika berada di loket.
Cara :
1. Ambil nomor antrian guna legalisir. Biasanya kode dimulai dengan huruf H dan Anda bakal dilayani di loket 11.
2. Saat nomor kita dipanggil, serahkan dokumen yang sudah Anda siapkan di atas.
3. Petugas akan memeriksa apakah yang menandatangani dokumen kita (asli atau sudah diabsahkan oleh notaris) dan penerjemah tersumpah (sworn translator) – guna yang mempunyai dokumen yang sudah diterjemahkan, telah terdaftar di sistem mereka dan apakah mereka telah mempunyai spesimen tanda tangan mereka. Jika SKCK yang Anda bikin berasal dari Mabes POLRI, otomatis tanda tangannya telah dikenal oleh sistem sampai-sampai tidak butuh lagi kita legalisasi di notaris.
4. Setelah dicek, petugas akan menyerahkan Anda eksemplar isian isian mengenai: nama, alamat, negara tujuan, jenis dokumen yang hendak dilegalisir. Lalu, petugas akan menyerahkan Anda tanda terima tiga rangkap; satu guna dibayarkan ke bank, dua guna dibawa ketika Anda hendak mengambil dokumen kembali.
5. Kembali ke depan untuk memungut nomor antrian, kemudian ambil slip setoran duit dan isi sesuai misal yang sudah disediakan.
6. Counter bank berada serupa di seberang loket legalisasi dokumen. Jumlah ongkos yang mesti kita setorkan sebesar IDR 25,000 (untuk ongkos legalisasi) + IDR 5,000 (retribusi ke Pemda).
7. Setelah Anda berlalu membayar, tanpa perlu memungut nomor antrian lagi, Anda dapat langsung pulang ke loket mula untuk menyerahkan bukti pembayaran, kemudian selesai. Tanyakan kapan Anda dapat mengambil dokumen kita kembali. Biasanya dokumen kita sudah dapat diambil kembali sesudah 2 – 3 hari kerja.
8. Saat kembali, ambil pulang nomor antrian untuk formalitas yang sama (legalisasi dokumen), tunggu hingga nomor kita dipanggil dan lantas Anda tinggal memberikan bukti pembayaran dan dokumen Anda sudah telagalisir. Jangan tak sempat untuk mengecek kembali dokumen kita sebelum meninggalkan loket.
Sekarang, saya bakal coba menyatakan apa tersebut spesimen tanda tangan. Spesimen tanda tangan ialah tanda tangan di atas kop surat penerjemah (atau notaris) dengan menyematkan nama, tanda tangan, stempel penerjemah / notaris, dan fotocopy SK Gubernur penerjemah. Spesimen tanda tangan ini bakal diminta andai penerjemah, notaris, atau pihak berwenang yang menandatangani dokumen kita belum tercatat di sistem Kemenkumham. Ribet? Tentu 🙂 Tapi untung saja saya tidak mesti melalui proses ini.
Tujuan saya mendokumentasi kan ini agar jelas dokumen-dokumen apa saja yang kita perlukan guna melegalisir dokumen di Kemenkumham dan bagaimana prosedurnya. Anda dapat melakukannya sendiri andai memang sedang tidak terburu-buru. Saat itu, saya ditawarkan calo andai ingin ditolong diurus biayanya sebesar IDR 100,000 / dokumen. Dan saya pernah ditawarkan IDR 150,000 / dokumen telah termasuk terjemahan, legalisir Kemenkumham, legalisir Deplu. Berdasarkan keterangan dari rekomendasi seorang rekan orang tersebut lumayan handal untuk menolong Anda mengurus. Jika barangkali ada yang membutuhkan, saya share informasi yang terkaitdi sini (saya sendiri belum mengupayakan menggunakan jasa beliau).

Customer Service Fauzi HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Slamet HP/whatsapp XL :+6287776370033

Customer Service Akhmad HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Customer Service Mame HP/whatsapp Simpati : +6282114441424

Proses Dokumen Ida HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Pickup Document Yatno HP/Whatsapp XL : +6287727356800

Complain HP/Whatsapp Simpati : +6281386251161

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau dapat menghubungi kami via :

Email: jangkargroups@gmail.com
Telegram : t.me/jangkargroups
Twitter:@fauzimanpower
FB: pt jangkar global groups
Instagram : jangkargroups
Google Playstore : jangkarapps
Google Plus : Akhmad Fauzi Manpower
Youtube : jangkar tv
Linkedin : Akhmad Fauzi Manpower

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *