SINOPSIS FILM THE CALL UP (2016)

 

Sinopsis The Call Up – Sebuah film bergenre Sci- fi dengan alur kisah unik teranyar 2016 berjudul “The Call Up” tampaknya menjadi di antara film terfavorit. Bercerita mengenai sekelompok orang dengan hobby bermain game online.

Tidak melulu hobby saja, tampaknya mereka pun sangat mahir dalam bermain sekian banyak  macam game online. Film “The Call Up” sendir adalahsebuah film disutradarai oleh sutradara film sci- fi ternama yakni Charles Barker.

Berbeda dengan film- film sebelumnya, Charles Barker tidak melulu menyutradarai namun pun sebagai pengarang naskah dari film “The Call Up”. Di samping disutradarai oleh sutradara familiar tampaknya dalam penciptaan film “The Call Up” ini pun diproduksi oleh dua perusahaan film terkenal.

Diproduksi serta dikerjakan oleh rumah buatan film Red & Black bareng rumah buatan Stigma films “The Call Up” berhasil mendapatkan perhatian tidak sedikit publik tidak melulu di negeri asal namun juga nyaris di semua negeri.

Adapun sejumlah aktor serta aktris papan atas memerankan film “The Call Up” ini diantaranya terdapat Parker Sawyers dimana ia adalahsalah satu pemain utama dalam film ini. selain sebab wajahnya yang rupawan tampaknya akting dari Parker sawyer tidak butuh diragukan lagi.

Di samping karena sejumlah aktor familiar tersebut, film “The Call Up” ini pun sukses di dunia perfilman sebab alur kisah yang tak biasa. Ada tidak sedikit sekali teka- teki di dalamnya yang menciptakan penonton semakin penasaran.

Sebelum nonton film online “The Call Up” ini inilah adalahsinopsisnya.

 

Sinopsis

Berawal dari suatu undangan dari suatu perusahaan game online ternama yang diterima oleh sejumlah orang peminat game online dimana mereka pun sangat mahir dalam bermain, merekapun dikoleksi dalam sebuah kumpulan khusus guna memainkan suatu game online.

Game online ini adalahsalah satu game teranyar dari perusahaan tersebut, tetapi sebuah kejadian tak terduga saat game online yang mereka mainkan pulang menjadi nyata. Perubahan sistem pada game online ini menciptakan mereka terjebak dalam game dan tidak dapat keluar begitu saja.

Satu- satunya jalan untuk terbit dari game ini mengarah ke dunia nyata yakni mereka mesti dapat menyelesaikan game tersebut, andai tidak dapat maka mereka seluruh akan mati. Berbagai teknik pun mereka lakukan, tetapi tidak semua dapat selamat dalam game ini.

Delapan pemain game teratas dikirimi suatu undangan untuk mengerjakan tes terhadap game virtual reality teranyar dengan hadiah 100 ribu dollar. Mereka ialah Soxxx_1 (Carl), Mustang67 (Shelly), Da_Chi3f (Edward), Str8 Shoot3r (Andre), xxAtla5xx (Marco), T3rrorist#1 (Zahid), Reap3r_2000 (Adam), dan Slay3rGirl (Taylor).

Setelah mendarat dan berganti pakaian, mereka dipindai oleh suatu mesin dan ditunjukkan untuk mengenakan gir realitas virtual. Zahid, seorang muslim Bosnis yang mempunyai nama pemakai yang ironis, menolak memakai gir dengan label nama teroris.

Setelah dia mengejar pintu terbit terkunci, Shelly meyakinkan dia ikut bermain dan menuliskan dia mengetahui nama ironis tersebut.

Ketika mereka mengenakan helm mereka, simulasi komputer mengubah ruangan kantor tersebut menjadi suatu kota yang hancur binasa. Simulasi menyatakan misi mereka. Teroris Rusia telah memungut alih masing-masing lantai di gedung tersebut.

Mereka mesti mencuci setiap jalan hingga ke bawah, dibuka dari lantai 25. Walaupun lega terorisnya bukan seorang muslim, Zahid mengekspresikan penyesalannya menerima undangan tersebut, sedangkan yang lainnya gembir.

Pada level kesatu, pelatihan, dengan gampang mereka mencuci teroris. Andre, seorang mantan tentara memimpin mereka. Para pemain segera diingatkan, saat Carl terluka, pakaian VR menyebabkan rasa sakit yang sebenarnya. Taylor menjadi panik dan menuliskan dia melulu menggantikan posisi temannya. Shelly berjanji akan mengayomi dia.

Curiga dengan latar belakang Andre yang militer, Marco mendakwa dia tercebur dalam desain game ini. Kecewa, Andres meninggalkan kumpulan ini dan dia ditembak oleh seorang teroris. Yang lain mengejar mayatnya dan menyadari helm VR tersebut diprogram untuk mengantarkan kejutan mematikan saat karakter mereka mati dalam game.

Zahid meminta Carl guna menghancurkan helmnya, namun dia tidak dapat melepaskannya. Sebelum mereka dapat melepaskan helm itu, sersana masuk ke dalam ruangan, memukuli Zahid dan mengingatkan mereka terhadap gangguan yang bakal mereka hadapi. Tidak terdapat pilihan, mereka mesti masuk ke level selanjutnya.

Ketika Zahid dan Carl berjuang merusak jendela, sersan tersebut muncul lagi, mematahkan kaki Zahid. Dia mengingatkan kekerasan selanjutnya akan menyebabkan kematian. Zahid menyadari yang beda tidak dapat membawa dia, dia menyimpulkan tinggal, sedangkan yang beda melanjutkan.

Setelah semua pemain membersihkan sejumlah lantai, Taylor terpisah dari yang beda dan bersembunyi di kamar mandi. Dipaksa membela diri, dia membunuh seorang teroris dan menjadi lebih percaya diri.

Di lantai 9, serson mengungkapkan teroris tertangkap dan mengajak mereka menyiksanya guna mendapatkan informasi. Edward menjadi sukarelawan. Setelah sejumlah kali menyetrum teroris, tawanan tersebut memberikan password.

Ketika Adam memasukannya ke dalam komputer, tersebut menciptakan bom di basement dan bakal meledak dalam 30 menit. Marco menjadi agresif untuk Adam dan menyalahkannya sebab situasi kian memburuk.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *